Produk


Apakah produk Oriflame hanya digunakan untuk wanita?
Tidak. Produk Oriflame dapat digunakan oleh semua kalangan, baik pria maupun wanita dan segala umur. Dan ada pula produk khusus untuk pria.

Apa yang menjadi kelebihan produk Oriflame?
  1. Tidak diujicobakan pada hewan.
  2. Tidak menggunakan bahan-bahan dari hewani kecuali beeswax dan lanolin.
  3. Penggunaan bahan dan sari pati alami.
  4. Dikembangkan di pabrik berteknologi tinggi dibawah pengawasan mutu dan lingkungan yang ketat.
  5. Kemasan dapat didaur ulang dan aman terhadap lingkungan.
Apa saja produk Oriflame?
Produk Oriflame meliputi aneka skincare, bodycare, cosmetic, dan fragrance (wewangian) yang hanya menggunakan bahan-bahan dan saripati alami. Mencakup pengguna segala umur dari anak-anak hingga dewasa, lelaki maupun perempuan.

Apa maksud dari “kosmetika alami”?
Karena belum adanya definisi resmi atau sah dari kata “alami” yang berhubungan dengan produk kosmetika, ketentuan dalam Oriflame didasarkan pada hal-hal berikut ini:
Jika dimungkinkan, bahan mentah untuk produk Oriflame harus berasal dari tumbuh-tumbuhan yang dapat tercipta kembali, hampir seluruh formula dalam produk mengandung ekstrak tumbuh-tumbuhan yang diambil dengan hati-hati dari tumbuhan tersebut dengan proses penyaringan yang aman, bahan pengawet dalam produk Oriflame merupakan bahan sintetis, banyak bahan-bahan (seperti Parabens) yang terdapat di alam, tidak menggunakan bahan-bahan yang berasal dari hewan, bahan sintetis hanya digunakan apabila tidak terdapat bahan alami yang cocok, bahan mentah yang Oriflame gunakan kebanyakan memiliki kegunaan yang sangat baik secara biologis.



Bagaimana mengetahui masa kadaluarsa produk Oriflame?
Semua produk Oriflame mempunyai masa kadaluwarsa, beberapa produk ada masa pemakaian sejak pertama kali kemasan dibuka.
Expiry date dapat dilihat di setiap kemasan produk Oriflame. Biasa dicetak dengan tinta hitam atau di emboss langsung di kemasannya.
Format penulisannya sebagai berikut:
EXP0913, artinya produk tersebut kadaluwarsa pada bulan September tahun 2013.

Bagaimana dengan masa pakai produk?
Rentang masa pakai produk oriflame bervariasi. Tergantung jenis produknya, ada yang 6, 12, atau 18 bulan. Rentang masa pakai produk ini ditandai dengan gambar kemasan yang terbuka dan di dalamnya bertuliskan angka.
Jadi, jika kita melihat gambar kemasan terbuka dan di dalamnya tertulis angka 12M artinya, 12 bulan sejak pertama kali dibuka produk tersebut sebaiknya tidak digunakan lagi.

Bagaimana kehalalan produk Oriflame?
Saya akan jujur kepada Anda pengunjung blog ini bahwa produk-produk Oriflame belum mempunyai Sertifikat Halal baik dari negara asalnya maupun dari Indonesia. Dan segalanya saya kembalikan kepada Anda pribadi, seperti pendapat di bawah ini.
 
Sharing dari Nadia:
“Dears… Beberapa minggu yang lalu, ada dbcners yang nanyain lagi ke aku tentang kehalalan kandungan oriflame… Walaupun hal ini sudah pernah aku tanyain via upline ku… dan sudah ada jawabannya… tapi aku juga belum puas banget loh sebenarnya.
Nah pas di seminar kemaren… aku berkesempatan bertanya langsung sama Scientist pembuat Oriflame. Jadi bukan dari orang management yaa…
Pertama aku nanya ke Doctor Sinead dari Global Tech Center (riset center produk pembuat oriflame di Irlandia). Aku tanya soal microcollagen, e-collagen, retinol, truss glyserin etc… yang setahuku bisa terbuat dari hewan.
Oh ya, buat temen-temen yang non muslim, fyi ya… bahwa kandungan kosmetik yang animal derived itu gak boleh soalnya untuk konsumen muslim.
Alhamdulillah, jawaban beliau meyakinkan banget. Bahwa, memang bahan-bahan itu bisa animal derived… tapi bisa juga… plant derived! Dan Oriflame bener-bener sudah commit untuk hanya menggunakan natural things a.k.a. = sari pati tumbuhan.
Jadi, she said, you dont have to worry ;-)
Karena ecollagen yang ada dalam kandungan produk-produk Oriflame terbuat dari wheat atau gandum-ganduman, beras, dll… Begitu juga glyserin yang suka ada di shampo atau sabun kita misalnya.
Hari kedua…
Aku nanya lagi sama Scientist yang berbeda. Hehe… namanya juga pengen bisnis yang berkah, ya nggak? Maaf yang ini aku lupa tanya namanya.
Dan jawabannya sama persis… Tadinya dia sempet nggak yakin mau ngomong sama aku, mau nunggu translator katanya, hehehe… aku bilang, ‘I can understand ma’am, you can explain to me.’
Mudah-mudahan ini bisa jadi salah satu selling point kita ya teman-teman… natural ingredients yang insya Allah aman dan sehat untuk siapapun ;-) “.
Catatan untuk sertifikasi halal:
Pendapat pribadi, saya tetap berharap perusahaan sekelas Oriflame memperhatikan pengguna produknya dengan melengkapi semua produk hasil dari 5 pabrik di beberapa negara dengan sertifikasi halal. Bahwa klaim tidak menggunakan bahan turunan hewani tidak serta merta menjadikan sebuah produk halal, karena sertifikasi halal tidak bisa diklaim sepihak.

Bahwa benar akan sangat mahal harga sertifikasi bila harus dilakukan oleh LPPOM ke pabrik-pabrik Oriflame. Tetapi saat ini LPPOM telah bermitra dengan Lembaga Sertifikasi Halal di banyak negara dalam arti bila produk tersebut telah mempunyai sertifikasi halal dari negara dimana dia diproduksi, maka di Indonesia pun produk tersebut bisa diterima sebagai produk halal. Jadi jika perusahaan sekelas oriflame bisa mendapatkan sertifikasi halal di negara dimana pabrik berada... tidak ada masalah produknya tidak bisa disertifikasi halal baik di Indonesia, Malaysia, atau negara timur tengah lainnya.

Berkaitan dengan lembaga mitra LPPOM di luar negeri, saran yang bisa Saya berikan: Oriflame harus bisa memilih Lembaga yang memang capable sesuai kriteria LPPOM berikut ini:
1. Lembaga tersebut merupakan Lembaga Islam atau di bawah kelembagaan Islam. Seperti Islamic Center (IC) atau bagian dari IC, masjid, atau Ormas Islam yang diakui di negara tempat mereka beroperasi.
2. Bersifat resmi dan diorganisasi dengan baik, bukan abal-abalan. Dengan ketentuan, memiliki kantor yang definitif, alamat yang jelas, ada kepengurusan dengan Tupoksi yang jelas pula dan sistim administrasi yang tertib.
3. Harus memiliki tim auditor halal yang memiliki kapasitas dan keahlian di bidang pangan. Tim tersebut nantinya akan melakukan audit produk yang disertifikasi halal, dan jagal, tenaga penyembelih untuk daging hewan yang disertifikasi halal. Jadi tidak boleh mengeluarkan SH tanpa adanya proses audit sesuai dengan standar MUI.
4. Harus memiliki minimal tiga orang Syariah Advisory, semacam Dewan Syariah atau Komisi Fatwa di MUI yang memiliki kapasitas mumpuni di bidang syariah.
5. Harus memiliki jaringan dengan sesama lembaga SH di Luar Negeri.
6. Bersedia dan bisa berkontribusi dalam gerakan pangan halal dunia yang dirintis oleh MUI melalui World Halal Food Council (WHFC).
Lebih jelasnya bisa hubungi MUI mengenai partner di negara lain dan baca beritanya disini. Semoga produk oriflame segera mendapat sertifikasi halal, agar lebih mudah untuk menjual dan lebih tenang bagi penggunanya.


Lembaga Sertifikasi Halal di beberapa negara









* * *

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...